Pages

Cara Mengurus Sertifikat Hak Milik Rumah

Sabtu, 08 Juni 2013

Cara Mengurus Sertifikat Hak Milik Rumah Sahabat sekalian pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan berbagi artikel mengenai Cara Mengurus SHM atau Sertifikat Hak Milik Untuk Rumah Anda. Cara Ini Khusus untuk anda yang akan mengurus Sertifikat SHM yang Kredit Perumahan di Bank BTN. Langkah pertaman yang mesti anda lakukan adalah Ke cabang utama bank BTN bagian Pelunasan. Tentu Anfda harus melunasi Kredit perumahan Anda jika masih ada tunggakan.
sertifikat shm
Berkas yg diperlukan yakni :
  • Foto Copy surat kematian dr kelurahan/rumah sakit
  • Surat keterangan ahli waris
  • Surat kuasa waris yang dikuatkan oleh lurah dan camat/ dari notaris
  • Foto Copy kartu keluarga,
  • Foto Copy KTP ahli waris 2 lembar,
  • Foto Copy bukti pelunasan kredit
  • Materai 6000 2 lembar.
Jika berkas yg dibutuhkan untuk pengambilan sertifikat hak milik SHM sudah lengkap maka silahkan serahkan berkasnya nnt dipertemukan dengan notaris. Notaris akan menjelaskan Kalau kita tuh sdh melunasi KPR jd udah dpt dokumen Akta Jual Beli, IMB, dan sertifikat hak guna bangunan (HGB). Nanti yg tertulis namanya di sertifikat HGB itu semua ahli waris yg tercantum dalam surat keterangan ahli waris. Untuk mengurus balik nama di sertifikat HGB ini dibutuhkan biaya sekitar  2 Juta dan waktunya itu paling cepat 2 bulan. Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah sertifikat HGB itu ada masa berlakunya dan jika tidak ditingkatkan statusnya menjadi SHM maka akan menjadi tanah negara dan jika kita baru mau ngurus SHM nya kita hrus bayar ganti rugi kepada negara. Oleh karena itu, lbh baik langsung diurus pas mau balik nama di sertifikat HGB langsung ditingkatkan jadi SHM.
Cara Meningkatkan Status HGB ke SHM
Berikuti ini cara detail mengurus Peningkatan Hak Guna Bangunan HGb ke Sertifikat Hak Milik SHM. Tanah dengan status sertifikat hak guna bangunan (HGB) bisa ditingkatkan statusnya menjadi sertifikat hak milik (SHM) dengan melakukan pengurusan pada kantor pertanahan di wilayah tanah itu berada. Selain tidak repot, prosesnya juga cepat. Berikut langkah-langkah mengurusnya:
  • Sertifikat asli. Siapkan sertifikat asli HGB yang akan diubah status. Tanpa sertifikat ini, upaya Anda untuk mengubah status akan sia-sia. Oleh karena itu, Anda harus menyiapkannya lebih awal dengan membuat copy sertifikat HGB.
  • Fotokopi IMB. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini berguna sebagai bukti legalitas yang memperbolehkan tanah digunakan untuk mendirikan bangunan.
  • Identitas diri. Jangan lupa juga untuk fotokopi identitas diri. Lampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai keterangan identitas pengajuan Anda. Siapkan fotokopi SPPT PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang terakhir. Lampiran ini diperlukan untuk melihat jejak rekam pajak, seperti luas tanah dan luas bangunan yang kena pajak.
  • Surat permohonan. Anda juga harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat. Surat ini sebaiknya sudah diproses sebelum Anda mengajukan pengubahan status sertifikat HGB menjadi SHM. Ketika surat ini sudah ada, segeralah di-copy beberapa lembar dan lampirkan aslinya bersama dengan lampiran lain.
  • Membayar biaya. Anda akan dikenai biaya peningkatan HGB menjadi SHM. Besar biaya tergantung biaya NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan luas tanah. Adapun rumus menentukan biaya NJOP sebagai berikut: 2% x (NJOP Tanah – Rp 60 juta). Sebagai gambaran, untuk tanah seluas 100m2 di Jakarta dengan NJOP sebesar Rp 1 juta per meter persegi, Anda mesti membayar Rp 800.000. Perlu diingat, bahwa angka variabel tergantung daerahnya.
  • Jasa notaris. Namun, jika tak mau repot, Anda juga bisa menggunakan jasa notaris PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk pengurusan HGB ke SHM. Tentunya, Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp 1 juta hingga Rp 3 juta untuk jasa notaris itu.
Demikianlah artikel mengenai Cara Mengurus Sertifikat Hak Milik Rumah  Semoga Artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ki]
 

Most Reading